BANGKALAN, TIMESindo.com – Program Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa) kembali menyasar sejumlah wilayah di Bangkalan. Tahun ini, lebih dari 100 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari lima desa mendapat dukungan untuk memperkuat usaha kecil yang mereka jalankan.
Lima desa tersebut berada di Kecamatan Arosbaya, Socah, Kwanyar, dan Galis. Desa Ombul, Bilaporah, Batah Barat, Pesanggrahan, serta Kajuanak tercatat menjadi penerima, dengan jumlah peserta antara 20 hingga 28 KPM per desa.
Baca juga:
Akhmad Jibra Hamid Ukir Sejarah, Jadi Atlet Renang dengan Medali Terbanyak Tahun Ini
Usai Moncer di Porprov Jatim, 10 Atlet Bangkalan Dapat Bonus dari UTM dan MH Said Abdullah
PHE WMO Berdayakan Warga Tlangoh Bangkalan untuk Lestarikan Pesisir
Kepala DPMD Bangkalan, Abdul Aziz, mengungkapkan bahwa bantuan yang disalurkan berupa paket barang senilai Rp2,5 juta per KPM. Bantuan itu terdiri dari kebutuhan ketahanan pangan dan perlengkapan penunjang usaha rumahan.
“Bantuan tidak diberikan tunai. Semua barang dibelanjakan oleh desa agar lebih terarah dan sesuai kebutuhan lapangan,” kata Aziz, Selasa 25 November 2025.
Menurut dia, alur anggaran dimulai dari provinsi yang menyalurkan dana ke kas desa. Pemerintah desa kemudian melakukan pembelian barang, memastikan spesifikasi sesuai daftar kebutuhan sebelum didistribusikan kepada para penerima.
Aziz menegaskan pentingnya ketelitian administrasi. “Kalau ada berkas atau barang yang belum lengkap, jangan diserahkan dulu. Pendamping dan desa harus meneliti kembali sebelum distribusi,” ujarnya.
Baca juga: BRI dan Kejari Bangkalan Teken MoU Penanganan Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara
Setiap penyaluran dibuktikan dengan berita acara, lengkap dengan rincian barang untuk setiap penerima. Mekanisme ini diterapkan agar proses penyaluran bisa dipertanggungjawabkan dan tidak menimbulkan selisih data.
Jatim Puspa sendiri merupakan program lanjutan bagi keluarga yang dinyatakan lulus dari PKH. Melalui bantuan usaha produktif ini, pemerintah ingin mendorong perempuan penerima manfaat agar dapat mengembangkan usaha kecil secara mandiri.
Harapannya, kata Aziz, keberadaan program ini mampu memperkuat ekonomi keluarga sekaligus mendukung upaya pengurangan kemiskinan di Bangkalan. ***

