BANGKALAN, TIMESindo.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, Madura, Jawa Timur mengklarifikasi pelaksanaan sosialisasi Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 yang sempat disebut berlangsung singkat.
Disdik menegaskan kegiatan yang dimulai pada 18 November 2025, sejatinya digelar empat hari. Dua hari pertama di SMPN 2 Bangkalan, sementara dua hari sisanya dijadwalkan berlangsung pada Desember 2025 sebagai tindak lanjut penugasan peserta.
BACA JUGA: Diduga Asal Jalan, Sosialisasi TKA SMP Disdik Bangkalan Dipercepat
Plt Kabid Pembinaan SMP Disdik Bangkalan, Nurlatifah, menjelaskan perubahan jadwal dilakukan atas permintaan peserta. Menurutnya, penugasan yang diberikan membutuhkan waktu lebih panjang untuk diselesaikan.
“Sebetulnya sosialisasi TKA berlangsung empat hari. Karena ada permintaan peserta, maka dua hari berikutnya dijadwalkan Desember ini, sebab tugas yang diberikan cukup berat dan butuh waktu menyusun kisi-kisi,” ujar Nurlatifah, Selasa 16 Desember 2025.

Ia menambahkan, sosialisasi TKA penting dilakukan sebelum tes diterapkan kepada siswa. Sekolah perlu memahami mekanisme TKA agar mampu menyiapkan peserta didik secara maksimal.
Nurlatifah menyebut komposisi soal TKA terbagi menjadi tiga bagian. Sebanyak 50 persen soal disusun oleh pemerintah pusat, sementara masing-masing 25 persen berasal dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
“Ini menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menyusun kisi-kisi soal yang menjadi kewenangan daerah, khususnya porsi 25 persen dari kabupaten,” jelasnya.
BACA JUGA: Mahmud Ismail Resmi Pimpin PWI Bangkalan, Ketua DPRD Titip Peran Strategis Tarik Investasi
Sementara itu, Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Disdik Bangkalan, Rahmat Hidayat, berharap seluruh sekolah dapat hadir dalam lanjutan sosialisasi TKA SMP yang digelar Desember mendatang.
Ia juga meminta sekolah menyelesaikan kisi-kisi yang telah ditugaskan agar dapat dibahas bersama dalam forum lanjutan sosialisasi tersebut.
“Selama ini TKA sering dianggap tidak penting. Padahal, tes ini penting untuk menilai kompetensi personal setiap siswa. Kami berharap sekolah mendukung siswanya mengikuti TKA,” pungkas Rahmat. ***

