Santriwati Korban Dugaan Pelecehan Hilang, MHI Desak Pengusutan Tuntas di Bangkalan

BANGKALAN, TIMESindo.com Muslimah Humanis Indonesia (MHI) menyoroti serius hilangnya santriwati korban dugaan pelecehan seksual di Ponpes Nurul Karomah, Desa Paterongan, Kecamatan Galis, Bangkalan.

Korban dilaporkan hilang sejak Rabu (7/1/2026) dini hari. Santriwati yang diduga dilecehkan oknum lora itu disebut meninggalkan rumah tanpa pamit kepada keluarga. Hingga kini, tidak ada pesan atau petunjuk apa pun yang mengarah pada keberadaannya.

BACA JUGA: Jaga Martabat Madura, Tokoh Minta Oknum Ormas Pembuat Onar Ditindak Tegas

Direktur MHI, Mutmainnah, menyampaikan keterangan keluarga bahwa korban masih terlihat tidur di kamar sekitar pukul 00.00 WIB. Namun sekitar pukul 01.00 WIB, korban sudah tidak berada di rumah.

“Ibunya panik dan membangunkan seluruh anggota keluarga untuk mencari, tetapi korban tidak ditemukan,” ujar Mutmainnah, Senin (12/1/2026).

Ia mengungkapkan, sehari sebelum kejadian, dua santriwati datang ke rumah membawa pesan untuk korban. Orang tua tidak menaruh kecurigaan karena pesan disampaikan secara langsung.

“Korban jarang memegang handphone tanpa pengawasan, sehingga mereka mendatangi rumah,” jelasnya.

MHI juga menemukan adanya pesan Instagram dari oknum lora berinisial S di ponsel korban. Pesan tersebut berisi bujuk rayu dan janji pernikahan.

“Dalam kondisi psikis korban yang belum stabil, bujuk rayu itu sangat mungkin memengaruhi korban,” tegas perempuan yang juga jabat Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA).

BACA JUGA: Perseba Pesta 8 Gol Tanpa Balas Atas Putra Jaya FC, Askab PSSI Bangkalan Optimistis Tatap 16 Besar

Sementara itu, kuasa hukum korban, Ali Maulidi, menyatakan laporan kehilangan telah diajukan ke Polres Bangkalan. Laporan dibuat setelah korban tidak dapat dihubungi lebih dari dua kali 24 jam.

“Faktanya korban saat ini tidak ada di rumah. Sehari sebelum hilang, korban sempat didatangi santriwati yang mengaku utusan ponpes,” kata Ali.

Ali meminta kepolisian mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam hilangnya korban. Menurutnya, kepergian korban perlu ditelusuri secara menyeluruh.

BACA JUGA: Oknum Lora Diduga Cabuli Puluhan Santriwati, Skandal Galis yang Lama Ditutup-Tutupi

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Hafid Dian Maulidi membenarkan adanya laporan tersebut. Ia memastikan kasus ini sedang ditangani aparat kepolisian.

“Laporannya sudah kami terima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” singkatnya. ***

Berita Terkait :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Postigan Populer