BANGKALAN, TIMESindo.com – Lahan di Desa Petapan, Kecamatan Labang, Bangkalan, mulai dipersiapkan menjadi lokasi Rumah Potong Hewan-Unggas (RPH-U) modern pertama di Madura. Selasa 19 Mei 2026, tim Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Bangkalan turun melakukan survei lapangan.
Fasilitas milik PT Bumi Putra Madura itu diproyeksikan menjadi pusat pemotongan unggas ayam modern di Madura. Kehadiran RPH-U dengan brand Ayamku ini diharapkan mampu mendukung penyediaan pangan sekaligus menekan harga ayam di pasaran.
BACA JUGA: Pelantikan Raya dan LAKMUD IV IPNU-IPPNU Tanah Merah Diikuti Ratusan Kader
Kepala DPKH Bangkalan, Iskandar Ahadiyat menyebut, seluruh aspek teknis harus dipastikan memenuhi standar sebelum aktivitas pemotongan unggas dijalankan. Tim juga memeriksa syarat penerbitan Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV).
“Jadi sebelum usaha jalan kita lakukan pengecekan terlebih dahulu, terkait kelayakan, higienitas, aspek lingkungan, serta fasilitas yang ada di dalam RPH-U,” katanya.
Menurutnya, keberadaan RPH-U modern tersebut menjadi langkah baru bagi sektor peternakan di Madura. Selama ini, proses pemotongan unggas modern masih banyak dilakukan di luar daerah sehingga distribusi dinilai kurang efisien.
Ia berharap hadirnya fasilitas itu dapat membantu menjaga pasokan pangan sekaligus menekan biaya distribusi ayam di Bangkalan dan sekitarnya.
“Harapan kami bisa mendukung penyediaan pangan dan menekan harga, sehingga unggas tidak perlu dipotong di luar Bangkalan dan bisa menghemat waktu maupun biaya,” ujarnya.
Selain mendukung kebutuhan pangan, pemerintah daerah juga melihat peluang ekonomi dari operasional rumah potong tersebut. Sektor itu dinilai berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membuka lapangan usaha baru di sekitar lokasi.
BACA JUGA: Pelepasan Siswa MAN Bangkalan Tekankan Kegiatan Sosial Tanpa Konvoi
Direktur PT Bumi Putra Madura, Abd Rofiq mengatakan, RPH-U modern itu berkapasitas produksi 32 ton ayam per hari, dengan cold storage yang mampu menampung 120 ton ayam beku (frozen).
“Kami menargetkan empat bulan ke depan sudah bisa beroperasi agar kebutuhan ayam masyarakat lebih mudah dijangkau,” katanya.
Menurut Rofiq, pembangunan RPH-U dilakukan karena harga ayam di Madura masih sering mengalami fluktuasi. Kehadiran rumah potong modern diharapkan dapat membantu menjaga kestabilan harga di pasaran.
Ia juga ingin menggandeng pelaku UMKM agar distribusi ayam potong lebih mudah dijangkau masyarakat dengan harga yang lebih terkontrol.
“RPH-U ini satu-satunya di Madura. Saya berharap pelaku UMKM bisa bekerja sama dengan kami untuk menekan harga ayam agar lebih terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.
Saat ini harga ayam di pasaran disebut berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Dengan adanya RPH-U, harga diproyeksikan turun menjadi sekitar Rp32 ribu sampai Rp34 ribu per kilogram.
Tak hanya daging ayam, produk sampingan seperti ceker, ati, dan kepala ayam juga diperkirakan bisa dijual dengan harga lebih murah dibanding harga pasar saat ini.
“Mudah-mudahan adanya RPH-U ini bisa meringankan masyarakat beli ayam dan meningkatkan daya beli,” pungkasnya. ***

