Bahas Pemangkasan TKD, UTM Sekaligus Kenalkan Program Doktor Hukum

BANGKALAN, TIMESindo.com Universitas Trunojoyo Madura (UTM) resmi meluncurkan Program Doktor Ilmu Hukum bertepatan dengan Seminar Nasional APHTN-HAN Jawa Timur, Jumat 12 Desember 2025. Peluncuran program ini menjadi langkah penting bagi UTM dalam memperkuat kapasitas riset hukum di Madura.

BACA JUGA: Diduga Asal Jalan, Sosialisasi TKA SMP Disdik Bangkalan Dipercepat

Seminar yang berlangsung di Aula Syaikhona Muhammad Kholil itu mengusung tema Pemangkasan TKD dan Masa Depan Otonomi Daerah. Tema tersebut menarik minat akademisi, peneliti, hingga praktisi hukum dari berbagai wilayah.

Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, menegaskan bahwa program doktor ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pengembangan kajian hukum yang lebih mendalam. Ia menyebut, UTM ingin memperluas kontribusi ilmiah di bidang hukum kontemporer.

“Program ini kami rancang untuk melahirkan pemikir hukum yang kritis dan berintegritas,” ujarnya. Ia menambahkan, para lulusan diharapkan mampu menjawab tantangan tata kelola pemerintahan dan praktik hukum modern.

Prof. Safi’ menjelaskan bahwa hingga 2025 UTM telah memiliki lima program studi doktoral: Manajemen, SDA, Ilmu Hukum, Akuntansi, dan Ilmu Ekonomi. Ia berharap bertambahnya prodi pascasarjana akan meningkatkan mutu pendidikan di UTM.

“Semoga kehadiran program-program ini membawa keberkahan dan kemanfaatan bagi upaya mencerdaskan bangsa,” katanya.

BACA JUGA: Paripurna APBD 2026 Bangkalan: DPRD Tegaskan Pengawasan, Wabup Akui Fiskal Tertekan

Terkait tema seminar soal pemangkasan TKD, Prof. Safi’ mengimbau pemerintah daerah tetap produktif meski menghadapi keterbatasan fiskal. Kebijakan pengurangan anggaran, menurutnya, tidak boleh menghentikan pembangunan daerah.

“Jadikan kebijakan pusat ini sebagai tantangan agar kepala daerah lebih kreatif menggali potensi fiskal,” tegasnya. Ia optimistis daerah dapat menjadi lebih tangguh menghadapi perubahan.

BACA JUGA: Rektor UTM Minta Pers Jadi Penjaga Akal Sehat Publik di Pelantikan PWI Bangkalan

Ketua APHTN-HAN Jawa Timur, Dr. Himawan Estu Bagijo, mengapresiasi langkah UTM membuka program doktor. Ia menilai UTM telah menunjukkan keberanian dan visi untuk bersaing di tingkat perguruan tinggi hukum nasional.

“Semoga UTM terus berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi negara,” ujarnya.

Dr. Himawan juga menyoroti isu pemangkasan TKD yang dinilai menjadi tantangan baru bagi daerah. Ia berharap seminar ini memberikan pemahaman lebih matang mengenai strategi pengelolaan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.

“Forum ini diharapkan memberi perspektif jelas bagi pemerintah daerah untuk tetap membangun di tengah pemangkasan TKD,” pungkasnya. ***

Berita Terkait :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Postigan Populer