BANGKALAN, TIMESindo.com – Proyek pemasangan box culvert di ruas Tanah Merah–Janteh, Bangkalan, menuai kritik warga. Proyek yang diharapkan memperbaiki drainase justru dinilai menimbulkan persoalan baru akibat lemahnya perencanaan dan pengawasan.
Sejumlah warga menilai pekerjaan tersebut tidak sesuai kesepakatan awal. Alih-alih menyelesaikan persoalan banjir, proyek ini disebut berpotensi memindahkan risiko genangan ke permukiman di sekitar jalan.
BACA JUGA: Proyek Jalan Tanah Merah – Janteh Diprotes: Box Culvert Terbuka, Anggaran Tertutup
Elhaq Lukman, warga Tanah Merah Laok, menjadi salah satu pihak terdampak. Drainase sepanjang 22 meter di depan rumahnya yang dibangun secara mandiri dibongkar setelah mendapat izin darinya.
Pembongkaran dilakukan dengan janji seluruh saluran akan diganti box culvert sepanjang 22 meter. Namun realisasi di lapangan tidak sesuai kesepakatan tersebut.
Sebagian saluran, sekitar 7 hingga 8 meter, dibiarkan terbuka tanpa penutup. Kondisi itu dinilai berbahaya dan merugikan pemilik rumah yang sebelumnya memiliki drainase berfungsi baik.
“Yang dibongkar 22 meter, tapi yang ditutup tidak penuh. Ini jelas melanggar kesepakatan,” ujar Lukman, Rabu (31/12/2025).
Warga juga menyoroti fungsi box culvert yang dinilai hanya mengakomodasi aliran air dari jalan raya. Sementara air dari rumah warga di sekitar lokasi tidak memiliki saluran pembuangan memadai.
“Air dari rumah warga mau dialirkan ke mana? Seolah hanya mengurusi air jalan,” katanya.
Persoalan diperparah dengan ketinggian box culvert yang disebut lebih tinggi sekitar 50 sentimeter dari permukiman. Kondisi ini dikhawatirkan menyebabkan air meluap ke rumah warga saat hujan deras.
Menurut Lukman, proyek ini bukan menyelesaikan masalah banjir, melainkan menciptakan ancaman baru bagi warga sekitar.
“Kalau hujan deras, air pasti balik ke rumah warga yang ada dipinggir jalan raya,” tegasnya.
Ketimpangan pemasangan juga ditemukan di Dusun Kalean. Di wilayah tersebut, sebagian ruas jalan tidak dipasang box culvert meski berada pada jalur aliran air yang sama.
Hal ini memunculkan tanda tanya besar terkait dasar perencanaan proyek. Warga khawatir aliran air akan terkonsentrasi di titik tertentu dan memperparah genangan.
BACA JUGA: Niat Tertibkan Pedagang, Penyewaan Stand di SMPN 2 Kamal Disorot Dugaan Korupsi
Sorotan turut diarahkan pada peninjauan Bupati Bangkalan Lukman Hakim dan Wakil Bupati Moch Fauzan Ja’far pada 30 Desember 2025. Warga menilai kunjungan tersebut belum menyentuh persoalan teknis di lapangan.
Menurut Lukman, pengecekan seharusnya fokus pada kualitas dan keamanan pemasangan, bukan sekadar memastikan proyek berjalan.
“Yang dicek harusnya pemasangannya benar atau tidak, aman atau tidak,” ujarnya.
Ia juga menyebut box culvert dipasang tanpa lapisan cor atau lean concrete di bagian bawah. Akibatnya, konstruksi dinilai tidak stabil.
Hal tersebut terlihat setelah hujan turun beberapa hari lalu. Sejumlah box culvert tampak miring karena langsung bersentuhan dengan tanah dasar.
“Belum lama dipasang sudah miring. Tidak ada cor di bawahnya,” ungkapnya.
Lukman mempertanyakan apakah kondisi itu akibat perencanaan yang buruk atau kelalaian pelaksana proyek.
“Ini perencanaannya yang bobrok atau ada pekerjaan yang tidak dilaksanakan sesuai RAB?” tandasnya.
Warga meminta pemerintah daerah lebih peka terhadap dampak proyek. Ketidakpastian dan potensi bahaya membuat masyarakat merasa terancam di lingkungannya sendiri.
BACA JUGA: Proyek Jalan Dipertanyakan, Box Culvert Tanah Merah–Kwanyar Dinilai Rawan Ambruk
Sementara itu, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyatakan secara umum proyek jalan dan box culvert Tanah Merah–Janteh telah terpenuhi. Kekurangan pekerjaan disebutnya masuk ranah teknis.
“Secara umum pekerjaannya bagus dan patut diapresiasi. Penutup box culvert yang kurang nanti akan dianggarkan,” ujarnya.
Terkait pemasangan tanpa lapisan cor, Lukman Hakim berdalih hal itu sudah sesuai perencanaan awal. Jika tidak tercantum dalam perencanaan, menurutnya, pemasangan tanpa cor tidak menjadi persoalan.
“Yang penting kita bersyukur karena semua pihak sudah berkolaborasi mendukung pembangunan di Bangkalan,” pungkasnya. ***

