PAMEKASAN, TIMESindo.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur menelusuri dugaan sikap tidak profesional oknum petugas Unit Gawat Darurat (UGD) RSIA Puri Bunda Madura.
Kepala Dinkes Pamekasan, Saifudin, memastikan pihaknya tengah melakukan penelusuran terhadap dugaan sikap tak profesional oknum petugas RSIA Bunda Puri Madura.
“Masih ditelusuri,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi, Rabu 11 Februari 2026.
BACA JUGA: Petugas UGD RSIA Puri Bunda Bersikap Arogan ke Bidan, Manajemen Tanggapi Santai
Diketahui, insiden itu terjadi Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB, saat dua bidan dari RSUD Waru mengantar pasien rujukan yang hendak melahirkan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, petugas UGD menanyakan keberadaan suami pasien untuk keperluan tanda tangan persetujuan operasi.
Bidan IN (inisial) menjelaskan bahwa suami pasien tengah menuju ATM untuk mengambil uang.
Namun, tanpa perdebatan sebelumnya, petugas UGD diduga langsung membentak dan bersikap emosional kepada bidan tersebut.
Seorang saksi mata menyebut, oknum petugas bahkan mengeluarkan kata-kata yang dinilai tidak pantas dan tidak mencerminkan etika tenaga kesehatan.
“Tanpa ada masalah sebelumnya, petugas UGD itu langsung marah-marah dan membentak bidan,” ujar saksi di lokasi kejadian.
Perlakuan serupa juga diduga dialami Bidan MY (inisial) yang turut mendampingi pasien saat proses rujukan.
BACA JUGA: STAIDA Bangkalan Buka Jalur Beasiswa 15 Kader Ilmu Hadis
Kejadian itu membuat keluarga pasien kecewa. Mereka menilai, dalam situasi darurat, petugas seharusnya mengutamakan profesionalisme dan keselamatan pasien.
“Kami sangat menyayangkan tindakan tersebut. Dalam kondisi darurat, mestinya bersikap tenang dan profesional,” kata salah satu anggota keluarga pasien.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen RSIA Puri Bunda Madura belum memberikan keterangan resmi secara rinci. ***

