BANGKALAN, TIMESindo.com – Imbauan Sekda kepada OPD untuk meramaikan agenda pangan murah jumat besok, 27 Februari 2026 menuai sorotan. DPRD Bangkalan mencium aroma “gimik” dan mengingatkan agar ASN tak jadi pengisi keramaian.
BACA JUGA: Sekda Bangkalan Terseret Aduan Lahan, Polda Bersiap Memeriksa
Anggota Komisi II DPRD Bangkalan, Samsol Arif Marla, menilai langkah itu janggal dan mencerminkan lemahnya daya tarik program di mata masyarakat. Ia menyebut, surat edaran yang beredar justru mempertegas kesan mobilisasi birokrasi.
“Kalau melihat surat edaran, pasar murah besok itu hanya gimik agar kelihatan ramai, karena yang Jumat lalu gagal. Lucunya, yang diimbau itu OPD dan jajarannya,” kata Samsol, Kamis 26 Februari 2026.
Ia menegaskan, jika program benar-benar dibutuhkan warga, antusiasme akan muncul tanpa dorongan struktural. Mobilisasi ASN justru memperkuat kesan pencitraan.
“Jika memang dibutuhkan warga, tanpa diimbau pun masyarakat pasti datang,” ujarnya.
BACA JUGA: Setahun Memimpin, Bupati Bangkalan Dinilai Ulangi “Kambing Etawa” lewat Utak-atik APBD
Samsol mengingatkan, ASN semestinya fokus pada pelayanan publik, bukan menjadi pelengkap visual agenda pemerintah. Menurutnya, pengerahan aparatur berpotensi menggerus kepercayaan publik.
“Seharusnya ASN bekerja di kantor, bukan meramaikan pasar pangan. Cukup masyarakat yang meramaikan,” tegasnya.
Ia pun meminta pemerintah tidak terjebak pada pola seremonial yang kehilangan substansi. Program sosial, kata dia, harus berdampak nyata, bukan sekadar terlihat ramai.
“Jangan sampai ASN dijadikan pembeli bayangan hanya demi menyelamatkan citra,” pungkasnya. ***

