BANGKALAN, TIMESindo.com – Korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan oknum lora di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Karomah akhirnya ditemukan setelah dinyatakan hilang sejak 7 Januari 2026 lalu.
Korban yang merupan santriwati Ponpes Nurul Karomah tersebut ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (26/1/2026) di Masjid Madinah jalur Jalan Raya Suramadu, dalam kondisi selamat.
BACA JUGA: Liga Futsal Anak Perdana di Pamekasan, 50 Tim SD Unjuk Bakat Sejak Usia Dini
Direktur Muslimah Humanis Indonesia (MHI), Mutmainah, mengatakan korban ditemukan berawal dari informasi orang tak dikenal yang menghubungi pihak keluarga. Informasi tersebut disampaikan kepada Abah Sahid, keluarga korban.
“Orang yang menghubungi Abah Sahid tidak diketahui identitasnya, nomornya juga privat,” ujarnya.
Mendapat informasi itu, keluarga korban langsung mendatangi Masjid Madinah di akses Suramadu. Sesampainya di lokasi, korban benar-benar ditemukan sesuai informasi yang diterima.
“Yang mengecek ibu korban, paman korban, dan Abah Sahid,” kata Mutmainah.
Korban ditemukan berada di depan masjid, tepatnya di bawah pohon mangga, dengan kondisi sehat. Setelah itu, korban langsung dibawa pulang oleh keluarga.
BACA JUGA: Korban Cabul Oknum Lora Belum Ditemukan, MHI Minta Perlindungan Negara Lewat LPSK
“Korban dibawa pulang oleh pihak keluarga agar bisa beristirahat dan bisa tenang,” ucapnya.
Mutmainah menegaskan, pihaknya selaku pendamping belum menggali keterangan lebih lanjut dari korban. Hal itu dilakukan demi menjaga kondisi psikologis korban.
“Kami pendamping psikologis tidak menanyakan dulu soal keberadaannya selama hilang,” katanya.
Sebelum korban ditemukan, MHI telah melaporkan kasus tersebut ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Laporan juga disampaikan ke Komnas HAM Perempuan.
“Kami berharap perlindungan dari LPSK dan Komnas HAM membuat korban merasa aman. Selain itu, korban lain diharapkan berani bersuara karena sudah dilindungi, jadi tidak perlu takut,” katanya.
BACA JUGA: Dari Lari Sehat hingga Investasi Aman, Pegadaian Syari’ah Sasar Milenial Bangkalan
Diketahui sebelumnya, aktivis perempuan menggelar aksi demonstrasi di Polda Jatim, Kemenag Bangkalan, hingga Polres Bangkalan. Aksi itu mendesak pengungkapan kasus kekerasan seksual tersebut.
Di sisi lain, mencuat dugaan pelaku tidak hanya satu orang. Selain tersangka oknum lora cabul berinisial UF, disebut ada terduga pelaku lain berinisial S yang hingga kini belum ditangkap. ***

