ACEH UTARA, TIMESindo.com – Pengurus Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) mengunjungi lokasi Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Kemanusiaan UTM–Unimal di Desa Paya Rabu Lhok, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.
Kunjungan yang berlangsung Kamis 29 Januari 2026 tersebut menegaskan perhatian pimpinan perguruan tinggi terhadap pengabdian mahasiswa.
Desa Paya Rabu Lhok menjadi lokasi kolaborasi mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dan Universitas Malikussaleh (Unimal). Program ini dirancang untuk menyentuh langsung persoalan sosial dan pendidikan masyarakat desa.
BACA JUGA: SPPG Bilaporah 001 Bangkalan Launching Program MBG, Targetkan 3.000 Penerima Manfaat
Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat UTM, Ansori, menyampaikan bahwa kehadiran MRPTNI merupakan penguatan terhadap konsep KKNT Kemanusiaan. Ia menilai program ini menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan sosial.
“KKNT ini tidak hanya soal akademik, tetapi bagaimana mahasiswa hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ansori, Jumat 30 Januari 2026.
Menurut Ansori, pengabdian masyarakat harus berbasis kebutuhan riil warga desa. Ia menegaskan bahwa keberhasilan KKNT diukur dari dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Rombongan MRPTNI disambut oleh pemerintah desa, mahasiswa peserta KKNT, serta dosen pembimbing lapangan dari kedua perguruan tinggi. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
BACA JUGA: Kickboxing Jatim Bergejolak, Pengkab Bangkalan Protes Pembekuan
Dosen Pembimbing Lapangan UTM, Haryo Triajie, menilai kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran karakter bagi mahasiswa. Ia menyebut mahasiswa belajar empati dan tanggung jawab sosial di lapangan.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi berlatih memahami kehidupan masyarakat secara langsung,” kata Haryo.
Haryo menambahkan bahwa pendampingan dosen difokuskan pada penguatan peran mahasiswa di tengah masyarakat. Menurutnya, pendekatan humanis menjadi kunci keberhasilan program.
BACA JUGA: Korban Kekerasan Seksual Ponpes Nurul Karomah Ditemukan Via Pesan Gelap, Polisi Tertinggal
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan Unimal, Mukhlis, menekankan pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi. Ia menilai sinergi UTM dan Unimal memperkaya pelaksanaan KKNT.
“Kolaborasi ini membuat pengabdian lebih kuat karena dikerjakan bersama, bukan sendiri-sendiri,” ujar Mukhlis.
Mukhlis berharap model KKNT kolaboratif dapat terus dikembangkan. Ia menyebut kerja sama lintas kampus membuka ruang inovasi dalam pengabdian masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, MRPTNI juga menyalurkan bantuan pendidikan kepada anak-anak Desa Paya Rabu Lhok. Bantuan berupa tas dan perlengkapan sekolah diserahkan secara langsung.
Penyerahan bantuan disambut antusias oleh anak-anak dan warga. Momen ini menjadi simbol kepedulian perguruan tinggi terhadap masa depan pendidikan desa.
Kunjungan MRPTNI dinilai memperkuat legitimasi KKNT Kemanusiaan sebagai program strategis. Dukungan pimpinan perguruan tinggi menunjukkan komitmen keberlanjutan pengabdian.
Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi diharapkan terus hadir di tengah masyarakat. KKNT Kemanusiaan menjadi bukti peran sosial kampus yang nyata dan berkelanjutan. (Red)

