BANGKALAN, TIMESindo.com – Tantangan era digital menjadi fokus Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar Ketua Banggar DPR RI, MH Said Abdullah, bersama BEM KM Universitas Trunojoyo Madura pada Jumat, 26 Desember 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Cafe Kopi Desa, Desa Telang, Kecamatan Kamal, Bangkalan, mulai pukul 09.00 – 12.00 WIB itu menghadirkan diskursus kebangsaan di tengah cepatnya arus perubahan global.
BACA JUGA: Hexa Reef Jadi Titik Balik Pantai Tlangoh, Abrasi Terhenti Wisata Tumbuh
MH Said Abdullah, melalaui Ketua Said Abdullah Institute (SAI) Bangkalan, Prof. Safi’ menilai Empat Pilar Kebangsaan harus menjadi pijakan berpikir generasi muda. Nilai Pancasila dan konstitusi, perlu hadir sebagai kompas di tengah banjir informasi digital.
“Teknologi memberi kemudahan, tetapi juga ancaman bila tidak dibarengi literasi kebangsaan,” ujar Prof Safi’ di hadapan mahasiswa UTM.
Ia menyoroti maraknya pemanfaatan ruang digital untuk menyebarkan paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa. Kondisi itu, kata dia, menuntut penguatan wawasan kebangsaan secara berkelanjutan.
Masih menurut rektor Universitas Trunojoyo Madura, Kampus memiliki peran strategis menjaga nalar kritis mahasiswa. Ruang akademik harus terus diisi dialog kebangsaan yang kontekstual.
“Mahasiswa perlu kritis, tetapi tetap berpijak pada Empat Pilar agar tidak tergerus disinformasi,” kata Prof. Safi’.
BACA JUGA: Kongres Budaya Madura 2025 di UTM, Menteri Kebudayaan Dorong Glokalisasi dan Peran Museum
Dia menegaskan digitalisasi tidak boleh mengikis jati diri bangsa. Empat Pilar, menurutnya, harus tercermin dalam sikap, etika, dan perilaku mahasiswa.
“Empat Pilar bukan sekadar hafalan, tetapi nilai yang hidup dalam keseharian,” tegasnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, Zilda Khilmatus Shokhikhah dan Helmy Boemiya. Mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan yang adaptif secara digital namun tetap berakar pada nilai kebangsaan. ***

