BANGKALAN, TIMESindo.com – Mantan Menkopolhukam RI Mahfud MD memberikan kuliah umum di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Jumat (13/2/2026). Ia mengulas relasi hukum dan demokrasi dalam dinamika ketatanegaraan Indonesia.
Mahfud menegaskan, perdebatan tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah terjadi sejak awal kemerdekaan. “Bung Hatta dulu menginginkan negara federal, tapi Bung Karno tetap pada negara kesatuan,” ujarnya.
BACA JUGA: Wabup Bangkalan Turun ke Kokop, Ketua DPRD Dukung Pemerataan Layanan Kesehatan
Menurutnya, perdebatan tersebut terus berulang di setiap generasi dengan bentuk konflik yang berbeda. Isu hukum dan demokrasi menjadi tema sentral karena keduanya saling terkait dan tak terpisahkan.
“Kalau demokrasinya baik, maka akan melahirkan pemimpin yang baik dan produk hukum yang baik pula,” kata Mahfud di hadapan civitas akademika.
Ia menambahkan, sejak 1945 hubungan hukum dan demokrasi selalu berjalan beriringan. Karena itu, seluruh elemen negara dituntut menjaga kualitas politik dan demokrasi secara bersama-sama.
“Presiden, gubernur, bupati, DPR, semuanya lahir dari proses demokrasi. Dari merekalah produk hukum kita dibuat,” tegasnya.
BACA JUGA: Eksekusi Lahan Disorot, Kuasa Hukum Sebut PN Sampang Terburu-buru
Rektor UTM Safi’ menyatakan, kuliah umum ini menjadi bagian dari komitmen kampus memperkuat literasi hukum dan demokrasi. UTM ingin terus belajar dari tokoh nasional yang berpengalaman.
“Kami menghadirkan beliau agar civitas akademika belajar langsung dari maha guru hukum tata negara,” ujarnya.
Safi’ menilai, isu demokrasi dan produk hukum saat ini semakin relevan untuk dikaji. Mulai dari putusan Mahkamah Konstitusi hingga wacana pemilu langsung dan tidak langsung.
“Kami berharap mahasiswa dan dosen memanfaatkan forum ini sebaik mungkin untuk menyerap ilmu dan pengalaman beliau,” pungkasnya. (Red)

