Panen Raya Melon UTM, Wujud Nyata Implementasi Kampus Berdampak

Publish :

BANGKALAN, TIMESindo.com Program Studi Agroteknologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar Panen Raya Melon di Kebun Produksi Agroteknologi, Kamis (26/3/2026), sebagai implementasi kampus berdampak melalui integrasi pendidikan, riset, dan ekonomi.

Sejak hari pertama hingga Sabtu (28/3/2026), kebun produksi UTM ramai dikunjungi sivitas akademika dan masyarakat. Pengunjung memetik melon langsung dari kebun sekaligus menikmati wisata edukasi pertanian di lingkungan kampus.

Panen ini merupakan hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa Agroteknologi UTM dalam mengembangkan budidaya melon berbasis teknologi. Varietas yang dipanen adalah Naura F1 yang dikenal adaptif di lahan Madura dan memiliki kualitas buah unggul.

BACA JUGA: UTM Siap Melompat, Prof Nuh: Kampus Hebat Tak Lahir Kebetulan

Dosen pengelola kebun, Prof. Siti Fatimah, menyebut panen raya ini menjadi bukti bahwa pertanian modern mampu memberikan nilai ekonomi sekaligus ruang pembelajaran aplikatif di kampus.

“Panen raya ini menunjukkan bahwa pertanian berbasis teknologi tidak hanya produktif, tetapi juga membuka peluang usaha yang menjanjikan,” ujarnya, Sabtu 28 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sistem budidaya yang diterapkan tidak lagi konvensional. Pengelolaan dilakukan menggunakan polybag yang dipadukan dengan teknologi irigasi tetes untuk efisiensi produksi.

“Melalui sistem ini, pemberian air dan nutrisi menjadi lebih terukur sehingga meningkatkan kualitas dan produktivitas buah,” jelasnya.

Selain efisien, penggunaan polybag memungkinkan kepadatan tanaman lebih tinggi. Dengan pengelolaan optimal, hasil panen dalam satu siklus dapat dimaksimalkan.

Dari sisi ekonomi, budidaya ini dinilai menguntungkan karena peralatan dapat digunakan hingga 4–5 tahun. Dalam setahun, penanaman bahkan bisa dilakukan tiga hingga empat kali.

Kebun melon ini juga difungsikan sebagai laboratorium lapangan. Mahasiswa dapat mempraktikkan langsung ilmu budidaya, manajemen nutrisi, hingga pengelolaan agribisnis modern.

“Kegiatan ini memperkuat pembelajaran berbasis praktik sekaligus memberi manfaat ekonomi nyata,” kata dia.

BACA JUGA: UTM Masuk 10 Besar Kampus Terbaik Jatim, Satu-satunya dari Madura

Rektor UTM, Prof. Safi’, mengapresiasi pemanfaatan lahan kosong kampus jadi area produksi pertanian produktif dan edukatif. Kebun melon juga menghadirkan fungsi tambahan sebagai ruang rekreasi edukatif bagi masyarakat dan sivitas akademika.

“Saya mengapresiasi inisiatif ini. Lahan kampus dimanfaatkan untuk praktik ilmu sekaligus memberi manfaat ekonomi dan edukasi, serta menjadi ruang belajar dan rekreasi bagi pengunjung,” kata dia.

Dia menegaskan, pengembangan kebun produksi merupakan bagian dari implementasi kampus berdampak yang mengintegrasikan pendidikan, riset, dan ekonomi untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kampus tidak hanya menjadi pusat teori, tetapi juga harus menghadirkan solusi dan nilai ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Guru besar bidang ilmu hukum perundang-undangan tersebut berharap, program ini terus dikembangkan dengan memanfaatkan potensi lahan kampus yang masih luas untuk komoditas produktif lainnya.

“Kami berharap inovasi seperti ini terus berlanjut, termasuk pengembangan tanaman lain yang bernilai ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya. ***

Berita Terkait :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Postigan Populer