Pasar Murah Ide Bupati Bangkalan Sepi, Kebutuhan Pokok Absen

BANGKALAN, TIMESindo.com Program pasar murah yang digadang-gadang menjadi solusi kenaikan harga justru menyisakan tanda tanya. Inisiatif Bupati Bangkalan, Lukman Hakim itu tampak lengang di depan Pendopo Agung, Jumat (20/2/2026).

Alih-alih ramai, lokasi pasar murah terlihat sepi. Minimnya sosialisasi membuat warga banyak yang tidak mengetahui agenda tersebut, sehingga manfaatnya dipertanyakan sejak awal pelaksanaan.

“Pengunjungnya sedikit sekali, sepertinya banyak masyarakat yang tidak tahu,” ujar Rosadi, warga yang sempat datang ke lokasi.

BACA JUGA: Produk Mamin Kedaluwarsa 2024 Masih Dijual Bebas di Pasar Bangkalan

Masalah tak berhenti pada sepinya pengunjung. Sejumlah kebutuhan pokok yang tengah melonjak harganya justru tidak tersedia, seperti cabai rawit dan gula, dua komoditas paling dicari masyarakat.

“Kalau bahan makanan paling dicari malah tidak ada, ini kan sangat disayangkan,” kata Rosadi, menyoroti lemahnya perencanaan pasar murah tersebut.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Bangkalan, Qori Yuni Astuti, mengakui pelaksanaan pasar murah ide bupati itu belum maksimal. Ia menyebut banyak distributor yang diundang tidak hadir.

“Kami sudah bersurat ke distributor agar menjual di bawah harga pasaran, tapi banyak yang tidak datang. Kami tidak bisa memaksa dan ini akan kami evaluasi,” ujarnya.

BACA JUGA: Berawal dari Handphone, Safitri Menjelma Agen Brilink Terbaik

Kondisi ini menimbulkan kritik publik: sejauh mana kesiapan dan pengawasan pemerintah daerah atas program yang menyasar kebutuhan dasar warga, jika sejak awal pelaksanaannya sudah pincang. ***

Berita Terkait :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Postigan Populer