Pelaksana Tegaskan Proyek Jalan Tanah Merah – Janteh Sesuai RAB dan Bermanfaat

BANGKALAN, TIMESindo.com Penanggung jawab proyek jalan dan box culvert Tanah Merah–Janteh akhirnya angkat bicara. Pihak pelaksana menegaskan seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai rencana anggaran biaya (RAB) yang ditetapkan sejak awal.

Manajer PT Duta Abadi Lancar Mandiri, Irwan, menyampaikan bahwa pelaksanaan proyek dilakukan berdasarkan perencanaan teknis dan spesifikasi yang telah disepakati. Pihaknya menepis anggapan bahwa proyek tersebut dikerjakan tak sesuai renacana.

“Kami sebagai penanggung jawab tidak bekerja asal-asalan,” tegas Irwan, pada Rabu 31 Desember 2025.

BACA JUGA: Ukir Sejarah, Era Akhmad Ahadiyan Hamid Dongkrak PAD Dispora Bangkalan 230 Persen

Infrastruktur yang dibangun telah membantu memperlancar akses dan aktivitas warga di kawasan Tanah Merah–Janteh. Dia menilai proyek tersebut kini sudah bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Masyarakat sudah menerima dan merasakan manfaat dari proyek ini,” kata Irwan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Jadid pun membantah tudingan warga. Ia mengklaim pekerjaan telah sesuai perencanaan dan dasar box culvert sudah diberi lapisan beton atau pasir.

“Kami hanya menutup box culvert di akses jalan, bukan di semua rumah. Pekerjaan berjalan dengan baik dan sesuai perencanaan,” katanya, pada Jumat 19 Desember 2025.

BACA JUGA: Proyek Jalan Dipertanyakan, Box Culvert Tanah Merah–Kwanyar Dinilai Rawan Ambruk

Diberitakan sebelumnya, Proyek jalan dan box culvert di Tanah Merah – Janteh, menuai keluhan warga. Pekerjaan yang dibiayai negara itu dinilai abai terhadap dampak langsung bagi permukiman sekitar.

Masalah mencolok terjadi pada puluhan rumah warga yang box culvert-nya dibiarkan terbuka tanpa penutup. Sebagian hanya ditutup setengah badan jalan, membuat akses rumah terbatas dan tak bisa dilalui mobil.

Akibat pekerjaan yang tak tuntas, warga terpaksa menanggung dampak sendiri. Beberapa pemilik rumah mengeluarkan biaya pribadi untuk memperbaiki akses depan rumah yang rusak akibat pembongkaran proyek.

Warga juga menyoroti metode pengerjaan jalan yang dinilai janggal. Timbunan sirtu dan lapisan hot mix disebut mencapai sekitar 50 sentimeter tanpa penggalian awal.

Kondisi itu membuat badan jalan lebih tinggi dari rumah warga. Saat hujan deras, warga khawatir air justru mengalir masuk ke permukiman, bukan ke saluran drainase.

BACA JUGA: DPD PAN Bangkalan Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Pemasangan box culvert pun dipersoalkan. Warga menilai gorong-gorong tidak dicor di bagian dasar, melainkan hanya diletakkan di atas tanah. Ketika tanah bergerak atau ambles, box culvert bisa langsung ambruk. Ini sangat beresiko. ***

Berita Terkait :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Postigan Populer