Petisi Madura Menjadi Provinsi Menguat, Pemuda Nilai Perjuangan Tak Bisa Elitis

PAMEKASAN, TIMESindo.com – Wacana Madura provinsi kembali digerakkan dari bawah. KlikMadura bersama Karang Taruna se-Madura menggelar bedah buku Merajut Mimpi Madura Provinsi di Hotel Odaita Pamekasan, Senin (16/2/2026).

Forum ini tak hanya membedah gagasan. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan petisi dukungan Madura provinsi bersama para rektor se-Madura.

BACA JUGA: HPN 2026, PWI Pamekasan Gelar Cek Jantung Gratis

Ketua Karang Taruna Pamekasan, Moh. Faridi, menegaskan isu Madura provinsi bukan sekadar agenda politik. Menurutnya, Madura memiliki nilai sejarah dan kontribusi besar bagi bangsa.

“Berbicara Madura itu tak terbatas. Dalam konteks sejarah, Madura punya peran penting dalam perjalanan Indonesia,” ujarnya.

Faridi menilai perjuangan akan mandek jika hanya berkutat di lingkaran elite. Ia menegaskan pemuda harus menjadi penggerak utama agar isu ini hidup di tengah masyarakat.

“Kalau hanya dibicarakan di atas, perjuangan akan lambat. Tugas kami mendorong dari bawah,” tegasnya.

BACA JUGA: UMKM Jadi Korban Konser Valen di Bangkalan, Janji Ramai Berujung Sepi

Asisten Administrasi Umum Setda Pamekasan, Akhmad Zaini, mengakui jalan menuju provinsi penuh hambatan. Namun, aspirasi menentukan nasib sendiri dinilainya penting bagi kesejahteraan Madura.

Ia menyebut Madura provinsi berpotensi mempercepat pembangunan. Karena itu, diskusi harus berlanjut pada langkah nyata, bukan berhenti sebagai wacana.

“Belum ada forum yang menyatukan empat bupati se-Madura. Ini pekerjaan besar yang harus segera diinisiasi,” katanya.

Dukungan juga datang dari sektor usaha. CEO PT Royal Group Madura, Muhammad Mukid, menilai Madura layak menjadi provinsi dengan potensi alam dan SDM yang dimiliki.

“Sudah saatnya Madura bersatu dan berdiri sebagai provinsi,” tandasnya. ***

Berita Terkait :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Postigan Populer