PAMEKASAN, TIMESindo.com – Seorang petugas Unit Gawat Darurat (UGD) RSIA Puri Bunda Madura diduga bersikap arogan dengan membentak dua bidan rujukan dari RSUD Waru saat mengantar pasien hendak melahirkan, Jumat (6/2/2026) sore.
Insiden bermula ketika petugas UGD menanyakan keberadaan suami pasien kepada Bidan IN (inisial) untuk keperluan tanda tangan persetujuan operasi. Bidan IN menjelaskan suami pasien sedang keluar sebentar ke ATM.
BACA JUGA: Tak Lagi Sekadar Hiburan, Helmi Fuad Menata Masa Depan Domino Melalui Orado Bangkalan
Tanpa adanya perdebatan sebelumnya, petugas UGD tersebut justru diduga bersikap emosional dan membentak Bidan IN. Petugas itu juga disebut mengeluarkan kata-kata yang dinilai tidak pantas bagi tenaga kesehatan.
“Tanpa ada masalah, petugas UGD itu langsung marah-marah dan membentak bidan, bahkan mengucapkan kata-kata yang kurang pantas,” ungkap salah satu saksi mata, Senin 9 Februari 2026.
Perlakuan serupa juga diduga dialami Bidan MY (inisial) yang mendampingi proses rujukan pasien ke RSIA Puri Bunda Madura.
Kejadian tersebut menuai kekecewaan dari keluarga pasien. Mereka menilai sikap petugas UGD tidak mencerminkan pelayanan yang humanis, terutama dalam kondisi darurat.
“Dalam situasi seperti ini, seharusnya petugas bersikap profesional dan mengutamakan keselamatan pasien,” ujar salah satu anggota keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen RSIA Puri Bunda Madura belum memberikan keterangan resmi secara rinci terkait dugaan insiden tersebut.
Humas RSIA Puri Bunda Madura, Sari Purwati, menanggapi santai persoalan itu. Ia menyebut kejadian tersebut masih sebatas dugaan dan akan dilakukan pengecekan internal.
“Ini masih dugaan, nanti akan kami kroscek ke bawah,” singkatnya. ***

