BANGKALAN, TIMESindo.com – Proyek peningkatan jalan dan drainase penghubung Kecamatan Tanah Merah–Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur menuai protes warga.
Pasalnya, pekerjaan tersebut dinilai dikerjakan tanpa perencanaan teknis yang matang dan berpotensi menimbulkan masalah lingkungan.
Warga menyebut badan jalan tidak digali lebih dulu, melainkan langsung ditimbun material sirtu dan dilapisi hot mix. Kondisi itu menyebabkan elevasi jalan jauh lebih tinggi dibandingkan rumah warga di sekitarnya.
BACA JUGA: Disdik Bangkalan Klarifikasi Sosialisasi TKA SMP, Lanjutan Digelar Desember
Seorang warga Tanah Merah, Rahman, mengatakan total ketinggian sirtu dan hot mix sekitar 50 sentimeter. Akibatnya, posisi jalan menjadi dominan dan dikhawatirkan mengalirkan air ke permukiman saat musim hujan.
“Jalan langsung diuruk tanpa penggalian. Kalau sudah setinggi itu, rumah warga jelas lebih rendah dan rawan tergenang,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).
Selain jalan, pemasangan box culvert juga dipersoalkan. Rahman menilai struktur tersebut tidak dilengkapi pengecoran di bagian bawah, sehingga rawan bergeser atau ambruk jika terjadi pergerakan tanah.
“Box culvert hanya diletakkan di atas tanah. Kalau ada guncangan, risikonya sangat berbahaya,” katanya.
Masalah lain terdapat pada drainase yang justru lebih tinggi dari permukiman warga. Kondisi ini dinilai berlawanan dengan fungsi saluran air dan berpotensi memicu banjir.
“Saluran air lebih tinggi dari rumah warga. Saat hujan deras, air bisa meluap ke rumah,” tambahnya.
BACA JUGA: NU di Tengah Gejolak Pusat: Saatnya Elite Menahan Ego dan Memilih Islah
Warga berharap proyek tersebut segera dievaluasi oleh pihak terkait. Mereka meminta pekerjaan dilakukan sesuai standar teknis, termasuk penggalian jalan sebelum penimbunan agar tidak merugikan masyarakat.
BACA JUGA: Mahmud Ismail Resmi Pimpin PWI Bangkalan, Ketua DPRD Titip Peran Strategis Tarik Investasi
Sementara itu, pihak penyedia proyek belum memberikan keterangan. Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp belum mendapat tanggapan. ***

