BANGKALAN, TIMESindo.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bilaporah 001 Kecamatan Socah, Bangkalan, Jawa Timur resmi melaunching Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis 29 Jamuari 2026.
Program ini menyasar peserta didik dari jenjang taman kanak-kanak (TK), pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) hingga sekolah menengah atas (SMA) sederajat.
BACA JUGA: Kickboxing Jatim Bergejolak, Pengkab Bangkalan Protes Pembekuan
Ketua SPPG Bilaporah 001, Yenny Setianingsih menyampaikan, program MBG menargetkan sebanyak 3.000 penerima manfaat yang akan dijangkau secara bertahap.
“Total penerima manfaat sebanyak 3.000 orang, terdiri dari 2.800 peserta didik tanpa kategori 3B dan sisanya untuk ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD,” ujar Yenny Setianingsih.
Launching program MBG ditandai dengan pemotongan tumpeng. Keesokan hari baru dimulai pendistribusian makanan bergizi ke sekolah-sekolah yang tidak termasuk kategori 3B sebagai tahap awal pelaksanaan.
“Pada tahap awal kami mulai dari 670 penerima, kemudian setiap minggu akan bertambah hingga minggu keempat bisa mencapai 2.800 peserta didik,” katanya.
Ia menambahkan, untuk kelompok penerima manfaat kategori 3B akan direalisasikan pada bulan berikutnya dengan melibatkan instansi terkait.
“Penyaluran untuk 3B akan kami lakukan setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas agar pelaksanaannya tepat,” jelas Yenny.
BACA JUGA: Korban Kekerasan Seksual Ponpes Nurul Karomah Ditemukan Via Pesan Gelap, Polisi Tertinggal
Selain peserta didik, program MBG juga mencakup tenaga pendidik di sekolah sasaran, meskipun prioritas utama tetap diberikan kepada siswa.
“Semua guru akan kami cover, tetapi kami memprioritaskan peserta didik terlebih dahulu,” tegasnya.
Program MBG SPPG Bilaporah 001 mulai berjalan pada Jumat, 30 Januari 2026, dengan sasaran awal sekolah TK dan SD yang berada di sekitar dapur MBG.
“Kami sudah mengikuti petunjuk dari Badan Gizi Nasional, baik terkait jarak distribusi sekitar satu kilometer hingga maksimal enam kilometer, maupun mekanisme pendistribusian,” pungkas Yenny. ***

