BANGKALAN, TIMESindo.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Bangkalan, Ismet Efendi, tertangkap tertidur saat sidang paripurna DPRD dalam agenda penyampaian jawaban Bupati atas pandangan fraksi terhadap LKPJ, Senin 6 April 2026.
Peristiwa itu terjadi di tengah forum resmi yang diselenggarkan DPRD. Selain Sekda, sejumlah pegawai Pemkab juga terlihat tidak fokus, bahkan ada yang ikut tertidur dan bermain ponsel saat sidang berlangsung.
BACA JUGA: Lima Fraksi Pendukung “Bedah” LKPJ Bupati Bangkalan, Kritik Menyasar Akar Masalah
Kondisi itu disorot karena Sekda dinilai tak memberi teladan dalam forum resmi.
Padahal, kehadiran OPD penting untuk memahami arah kebijakan. Apalagi, sidang tersebut membahas LKPJ kepala daerah.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengaku menyayangkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa kelalaian dalam forum penting tidak bisa dianggap sepele karena berkaitan dengan tanggung jawab jabatan.
“Kalau sampai tidur di kegiatan penting seperti ini, konsekuensinya jelas. Yang bersangkutan tidak tahu apa yang dibahas dalam sidang,” tegasnya.
Lukman sapaan akarab Lukman Hakim menambahkan, sanksi moral seharusnya menjadi peringatan keras bagi aparatur yang tidak menjalankan tugas dengan serius dalam forum resmi.
“Tidak bagus juga, menurut saya tidak beretika [kalau tidur di forum resmi]. Jika tahu tidur saya bangunkan,” kata dia.
BACA JUGA: APBD Tersedot Belanja Rutin, PMII Sebut Bangkalan Kehilangan Arah
Di sisi lain, Ketua Komisi I DPRD Bangkalan, Fadhur Rosi, juga menyesalkan sikap sejumlah OPD dan pejabat strategis yang dinilai tidak menunjukkan keseriusan selama sidang berlangsung.
Menurutnya, peran pejabat OPD sangat vital dalam menjalankan kebijakan kepala daerah, sehingga sikap abai dalam forum paripurna dinilai berpotensi mengganggu implementasi program pemerintahan.
“OPD itu perannya vital. Kalau tidak serius, bagaimana kebijakan bupati bisa dijalankan dengan baik?” ujarnya.
Ia meminta agar pegawai yang tidak mampu mengikuti sidang secara maksimal diganti, demi menjaga kualitas pembahasan dalam forum resmi tersebut.
“Saya minta kalau tidak bisa serius, lebih baik diganti dengan yang siap mengikuti sidang,” pungkasnya. ***

