Korban Kekerasan Seksual Ponpes Nurul Karomah Ditemukan Via Pesan Gelap, Polisi Tertinggal

Publish :

BANGKALAN, TIMESindo.com – Misteri menyelimuti ditemukannya santriwati korban dugaan kekerasan seksual di Pondok Pesantren Nurul Karomah, Desa Paterongan, Kecamatan Galis, Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Setelah hampir tiga pekan, tepatnya selama 19 hari menghilang, korban justru muncul lewat informasi anonim, bukan hasil pelacakan aparat.

Korban dilaporkan hilang sejak 7 Januari 2026. Kasus ini telah masuk ranah hukum dan menyedot perhatian publik, namun pencarian tak menunjukkan perkembangan berarti selama belasan hari.

BACA JUGA: Hilang Belasan Hari, Korban Kekerasan Seksual Ponpes Nurul Karomah Ditemukan

Titik balik terjadi Senin, 26 Januari 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Keluarga korban menerima pesan singkat dari nomor tak dikenal yang menyebut korban berada di sekitar Masjid Madinah, jalur Suramadu.

Direktur Muslimah Humanis Indonesia (MHI), Mutmainah, menegaskan sumber informasi tersebut sama sekali bukan dari kepolisian maupun jaringan pendamping korban.

“Nomor yang menghubungi keluarga bersifat privat. Kami tidak tahu siapa pengirimnya dan bukan dari aparat,” kata Mutmainah, Selasa (27/1/2026).

Berbekal informasi itu, keluarga langsung menuju lokasi. Di bawah pohon mangga depan Masjid Madinah, korban ditemukan dalam keadaan selamat.

“Lokasi dan kondisi korban sesuai dengan pesan yang diterima,” ujar Mutmainah.

BACA JUGA: Liga Futsal Anak Perdana di Pamekasan, 50 Tim SD Unjuk Bakat Sejak Usia Dini

Aktivis perempuan, Nur Hidayah, menilai temuan ini memperlihatkan lemahnya peran Polres Bangkalan. Ia meragukan klaim bahwa aparat kesulitan menemukan korban selama 19 hari.

“Sulit dipercaya polisi dengan kewenangan penuh tidak mampu menemukan korban, sementara orang tak dikenal justru tahu,” tegasnya.

Ia menduga korban baru dikembalikan setelah tekanan publik meningkat, termasuk ancaman aksi massa dan desakan tokoh masyarakat.

“Setelah voice note berisi tekanan beredar luas, korban tiba-tiba muncul. Ini patut dipertanyakan,” ujarnya.

Menurut Nur Hidayah, temuan korban bukan prestasi aparat. Ia menyebut janji kepolisian untuk segera menemukan korban tidak terbukti.

“Janji itu gagal diwujudkan. Fakta di lapangan berbicara lain,” tandasnya.

BACA JUGA: Dari Lari Sehat hingga Investasi Aman, Pegadaian Syari’ah Sasar Milenial Bangkalan

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengklaim pihaknya telah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat selama proses pencarian.

“Kami melakukan pendekatan dan koordinasi. Alhamdulillah korban akhirnya ditemukan selamat,” kata Agung.

Polisi juga menyatakan akan meminta keterangan korban dan menelusuri identitas pihak misterius pemberi informasi, setelah kondisi korban memungkinkan.

“Keterangan korban dan sumber informasi akan kami dalami,” pungkasnya.

Hingga berita ini terbit, Kapolres AKBP Wibowo belum memberikan tanggapan. Redaksi telah berupaya menghubungi melalui pesan WhatsApp untuk konfirmasi, namun belum mendapat respons. ***

Berita Terkait :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Postigan Populer