BANGKALAN, TIMESindo.com – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bangkalan melepas siswa tahun ajaran 2025/2026 di Hall Gedung Rato Ebhu, Rabu (6/5/2026). Sekolah menegaskan kelulusan dirayakan tanpa konvoi dan diarahkan pada kegiatan sosial.
Kepala MAN Bangkalan, H Moh Ali Wafa, melarang aksi coret-coret seragam. Ia mendorong siswa menyumbangkan seragam layak pakai kepada adik kelas. Langkah ini untuk menanamkan kepedulian sosial.
BACA JUGA: GMNI Sentil Kinerja Disperinaker, Upah dan Jaminan Sosial Dipertanyakan
“Kami menganjurkan siswa yang lulus untuk mengumpulkan seragam bekas yang masih layak, karena banyak adik kelas yang membutuhkan,” ujarnya.
Imbauan tersebut telah disampaikan kepada siswa dan wali murid. Sekolah ingin tradisi kelulusan diisi nilai berbagi. Selain itu, untuk menekan budaya konsumtif.
“Kami sudah bersurat kepada siswa dan orang tua agar baju seragam yang layak dikumpulkan dan diberikan ke adik kelas,” tegasnya.
Ali Wafa menegaskan seragam tidak boleh dicoret-coret. Menurutnya, seragam masih memiliki nilai manfaat. Ia berharap kebiasaan baik ini terus berlanjut.
“Jadi baju seragam tidak boleh dicoret-coret, tapi dikumpulkan untuk diberikan ke adik kelas agar amal jariyahnya tetap mengalir,” katanya.
Terkait pelepasan siswa, sekolah hanya memfasilitasi kegiatan yang diinisiasi siswa. Keikutsertaan tidak diwajibkan. Sebagian siswa memilih tidak ikut.
“Wisuda ini atas keinginan siswa, buktinya ada sekitar 40 siswa tidak ikut dan kami maklumi karena tidak wajib,” jelasnya.
BACA JUGA: HUT Gagak Rimang, Banditz Pertelon Milik H. Takdir Juara 2 Kerapan Sapi Kelas Bawah
Kepala Kemenag Bangkalan, H Abdul Wafi, mengapresiasi kolaborasi siswa dan wali murid. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk partisipasi aktif dalam pendidikan.
“Kami memberikan apresiasi kepada wali murid dan siswa yang menggagas kegiatan ini bersama MAN Bangkalan,” ujarnya.
Ia berharap pelepasan ini memotivasi siswa melanjutkan pendidikan. Ia juga mengingatkan perayaan dilakukan secara tertib tanpa konvoi.
“Kami mengimbau agar kebahagiaan dirayakan secara positif, jangan dengan konvoi atau kegiatan yang tidak bermanfaat,” pungkasnya. ***

