BANGKALAN, TIMESindo.com – Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menggelar kuliah tamu tentang pemeriksaan investigatif dan penghitungan kerugian keuangan, Rabu 20 Mei 2026.
Kegiatan virtual ini diikuti ratusan mahasiswa S1, S2, dan S3 akuntansi, termasuk peserta dari luar kampus. Kuliah tamu tersebut bertujuan memberi bekal awal terkait audit investigatif dalam penanganan kasus pidana korupsi.
BACA JUGA: Tim Robot UTM Sabet Emas Internasional, Kalahkan Jepang hingga Türkiye
Ketua Program Studi Ilmu Akuntansi Program Doktor FEB UTM, Prof. Tarjo mengatakan, mahasiswa perlu memahami audit investigatif sejak dini agar memiliki dasar dan perspektif yang cukup saat mendapat penugasan audit.
“Mahasiswa perlu memahami bagaimana melakukan audit investigatif sejak dini, sehingga ketika mendapat penugasan mereka sudah memiliki dasar dan perspektif yang cukup,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, kampus menghadirkan Dr. Hery Subowo sebagai narasumber. Ia dikenal berpengalaman sangat lama di bidang audit investigatif dan pernah menjadi auditor utama investigasi di lingkungan BPK RI.
Narasumber saat ini juga merupakan Staf Ahli Manajemen Risiko di BPK RI dan Chair Board of Director of ACFE Indonesia Chapter. “Jadi beliau sangat tepat kami hadirkan karena memiliki pengalaman panjang dalam audit, khususnya audit investigatif,” kata Prof. Tarjo.
Guru besar di bidang akuntansi forensik itu menjelaskan, dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi, penyidik biasanya meminta bantuan akuntan untuk melakukan investigasi sekaligus menghitung kerugian keuangan.
BACA JUGA: DPKH Bangkalan Survei RPH-U Modern Pertama di Madura
Menurutnya, materi akuntansi forensik dan audit investigatif masih jarang dibahas mendalam di perguruan tinggi, padahal kasus terkait kerugian keuangan negara masih kerap terjadi di Indonesia.
“Saya kira kegiatan ini sangat tepat sebagai bekal awal, terlebih mahasiswa S2 Akuntansi Forensik, agar saat terjun melakukan audit investigasi mereka sudah memiliki pemahaman dasar,” kata dia.
Dia menambahkan, kuliah tamu ini juga memberi mahasiswa S3 Akuntansi perspektif baru yang berpeluang dikembangkan menjadi riset tentang pemeriksaan investigatif.
“Khusus bagi mahasiswa S3 Akuntansi kegiatan kuliah tamu ini mendapatkan fenomena atau perspektif baru yang berpeluang dapat dilakukan riset mengenai pemeriksaan investigatif,” pungkasnya. ***

