Kongres APSMBI 2026 Dorong Kolaborasi dan Wirausaha

Publish :

BANGKALAN, TIMESindo.com – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menjadi tuan rumah kongres Asosiasi Program Studi Manajemen dan Bisnis Indonesia (APSMBI), Selasa (20/10/2026).

Ketua Pelaksana Yustina Crisnardani, menyampaikan bahwa kongres tersebut diikuti delegasi dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia.

“Kegiatan ini dihadiri oleh delegasi dari 75 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia,” ujar Yustina.

BACA JUGA: Ponpes Al-Anwar Modung Dipercaya Jadi Lokasi Puncak HSN 2026

Ketua APSMBI Dr. Muhammad Ichsan Hadjri, berharap organisasi tersebut berkembang menjadi ruang kolaborasi dan melahirkan inisiatif baru bagi anggotanya.

“APSMBI tidak hanya menjadi sebuah organisasi, tetapi juga wadah yang mampu melahirkan ruang dan inisiatif baru bagi para anggotanya,” katanya.

Dewan Pengawas APSMBI Dr. Ulil Hartono, mengapresiasi UTM yang telah menerima seluruh delegasi kongres. Ia berharap anggota APSMBI terus meningkatkan kualitas dan keunggulan bersama.

“Semoga seluruh anggota APSMBI terus berkembang dan meraih keunggulan bersama sesuai tagline ‘Unggul Bersama’,” tutur Ulil.

Advertisements
Ad Tengah

Dekan FEB UTM Prof. Dr. Sutikno, berterima kasih atas kepercayaan APSMBI yang menunjuk UTM sebagai tuan rumah. Ia menyebut tiga program studi di FEB UTM telah meraih akreditasi unggul.

BACA JUGA: GMNI Desak Polres Bangkalan Usut Dugaan Peleburan Emas Ilegal

“Capaian akademik harus diiringi dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Sutikno.

Dia juga menyoroti tingkat kewirausahaan Indonesia yang disebut masih 3,2 persen, sedangkan negara maju berada di kisaran 10 persen. Perguruan tinggi dinilai perlu memperkuat kurikulum kewirausahaan.

“Mahasiswa harus didorong menjadi wirausaha yang tangguh dan inovatif untuk mendukung Indonesia maju 2045,” ujarnya.

Kepala BPSDM Jawa Timur Dr. Ramliyanto, dalam keynote speech menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi. Menurutnya, transformasi pembangunan membutuhkan inovasi dan tindakan nyata.

“Gak cukup rembuk, tapi juga nyekrup. Jadi kesepakatan harus diwujudkan melalui kerja konkret, ” kata Ramliyanto

Advertisements
Bawah 1
Advertisements
Ad Bawah

Berita Terkait :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Postigan Populer