BANGKALAN, TIMESindo.com – Pelanggan yang ingin belanja tanpa uang tunai bukan lagi kendala bagi Subir, pemilik usaha sembako di Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur
Sejak menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI sekitar dua tahun lalu, transaksi di toko yang berdiri sejak 2005 ini lebih praktis.
BACA JUGA: MWCNU Kota Sumenep Refleksikan Resolusi Jihad di Hari Santri
“Sudah pakai QRIS sejak dua tahun lalu dan itu sangat membantu transaksi di toko saya,” ujar Subir, Kamis 22 Oktober 2026.
Menurutnya, pelanggan cukup memindai kode QR untuk membayar belanjaan. Cara ini memudahkan pembeli yang tidak membawa uang tunai.
“Pembeli makin ramai karena yang tidak membawa uang bisa langsung scan QRIS. Transaksi pun menjadi lebih mudah,” katanya.
Kemudahan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Subir mengembangkan usaha sembako yang dirintis sejak 2005. Ia terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat melalui tokonya.
Dukungan permodalan BRI juga membantu perkembangan bisnisnya. Subir mengungkapkan, pinjaman yang awalnya Rp25 juta di BRI Kamal meningkat menjadi Rp50 juta, hingga kini mencapai Rp800 juta.
“Awalnya pinjam ke BRI Kamal Rp25 juta, kemudian naik menjadi Rp50 juta, hingga sekarang bisa mencapai Rp800 juta,” ungkapnya.
BACA JUGA: Kongres APSMBI 2026 Dorong Kolaborasi dan Wirausaha
Branch Office Head BRI Bangkalan, Dwi Floresvita RA, mengatakan QRIS BRI membantu pelaku usaha menyediakan alternatif pembayaran digital yang praktis bagi pelanggan.
“Ketika pelanggan ingin melakukan pembayaran, merchant cukup menyediakan QRIS untuk dipindai melalui aplikasi pembayaran pelanggan,” kata Dwi.
Bagi Subir, QRIS memberikan kemudahan dalam melayani pembeli. Sementara itu, dukungan permodalan turut menjadi bagian dari perjalanan usahanya selama lebih dari dua dekade.

