BANGKALAN, TIMESindo.com – Pekan Raya Bangkalan (PRB) diarahkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus wadah bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas melalui perluasan pasar dan promosi produk lokal.
Berlangsung pada 24 Oktober hingga 7 November 2026, kegiatan yang dimotori Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ini diharapkan mendorong peningkatan penjualan sekaligus memperkuat daya saing pelaku UMKM.
BACA: PKB Bangkalan Bidik Tambahan Kursi DPR RI, Siapkan Konsolidasi Madura Raya
Ketua Kadin Bangkalan, H. Supai M. Noor, mengatakan Pekan Raya Bangkalan dirancang menjadi agenda rutin. Keberlanjutan kegiatan ini diharapkan mampu menghidupkan UMKM lokal.
“Dan Kadin ini tidak hanya berhenti di dua minggu ini. Setelah nanti, akan ada kembali, mungkin tahunan atau per enam bulan,” ujar H. Supai, Selasa, 27 Oktober 2026.
Menurutnya, pameran berkala dapat membuka peluang bagi UMKM untuk naik kelas, memperluas jaringan pemasaran, dan mengenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.
Kadin Kabupaten Bangkalan juga berencana memperluas pameran hingga tingkat kecamatan untuk menggali potensi usaha dan produk unggulan dari setiap desa.
“Bagaimana di kecamatan itu juga timbul dari desa-desa, ada produk-produk unggulan di setiap desa,” jelasnya.
BACA: Hari Jadi Bangkalan ke-495, Ketua DPRD Tekankan Sinergi Eksekutif dan Legislatif
Pekan Raya Bangkalan turut berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi parkir dan penyewaan stan. Selain menggerakkan ekonomi UMKM, kegiatan ini juga berpotensi menambah penerimaan daerah.
Sementara itu, kendala kelistrikan pada hari pertama telah ditangani oleh PLN. Selama tiga hari awal, antusiasme pengunjung cukup tinggi, bahkan sejumlah stan UMKM kehabisan produk sebelum waktunya tutup.
“Alhamdulillah, hari pertama sudah cepat ditangani. Antusiasme pengunjung juga cukup tinggi, bahkan ada beberapa stan UMKM yang produknya sudah habis sebelum pukul 21.00 WIB,” pungkas H. Supai.

