BANGKALAN, TIMESindo.com – BEM FH UTM berkolaborasi dengan Bawaslu Bangkalan untuk memperkuat peran mahasiswa dalam demokrasi. Fokusnya peningkatan literasi di kalangan mahasiswa.
Kolaborasi tersebut tidak sekadar seremoni, melainkan dirancang sebagai ruang konsolidasi demokrasi yang membuka diskusi awal terkait penyelenggaraan dan penegakan hukum pemilu di lingkungan akademik.
BACA JUGA: BMKG Catat Gempa M3,1 di Maluku Utara, Tanpa Potensi Tsunami
Gubernur BEM FH UTM, Khoiron Febrianto, menilai literasi demokrasi penting di tengah dinamika politik yang kian kompleks. Mahasiswa hukum dinilai memiliki peran strategis menjaga keadilan dan transparansi.
“Ini bukan kegiatan simbolik, tetapi langkah awal membangun diskusi yang berkelanjutan,” ujar Khoiron, Selasa 14 April 2026.
Ia menjelaskan, forum yang akan digelar rutin itu akan menitikberatkan pada isu penegakan hukum pemilu agar pemahaman mahasiswa tidak berhenti pada tataran konseptual.
Menurut Khoiron, arah diskusi juga didesain agar mampu diterjemahkan dalam praktik nyata, khususnya dalam penyelenggaraan demokrasi di tingkat kampus.
“Harapannya, ini menjadi bekal dalam mewujudkan pemilu raya mahasiswa yang menjunjung tinggi keadilan dan transparansi,” tambahnya.
BACA JUGA: Tak Memberi Teladan, Sekda Bangkalan Tertidur Saat Paripurna
Sementara itu, Komisioner Bawaslu Bangkalan, Mukhlis, memandang kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat pengawasan partisipatif dari kalangan mahasiswa.
“Mahasiswa bukan hanya objek sosialisasi, tetapi mitra kritis dalam mengawal penegakan hukum pemilu,” tegasnya.
Ia berharap forum diskusi yang direncanakan berlangsung setiap bulan mampu melahirkan gagasan progresif dalam menjawab berbagai tantangan demokrasi ke depan.
“Kami ingin dari ruang ini lahir pemikiran yang relevan dan solutif bagi perkembangan demokrasi,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Komisioner Bawaslu Jawa Timur, Nur Elya Anggraini, yang mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai bentuk keseriusan membangun budaya demokrasi di lingkungan kampus.
“Program ini diharapkan mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam menciptakan praktik demokrasi yang berintegritas dan berkeadilan,” pungkasnya. (Red)

