Kadin Klaim Pekan Raya Tanpa APBD, Pemkab Bangkalan Beri Dukungan

Publish :

Advertisements
Ad Atas

BANGKALAN, TIMESindo.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bangkalan mengklaim Pekan Raya Bangkalan digelar tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menegaskan telah memberikan dukungan berupa fasilitas acara dan konsumsi yang bersumber dari anggaran daerah.

BACA JUGA: Listrik Sering Padam, Pengunjung dan Pemilik Stan Keluhkan Pekan Raya Bangkalan

Ketua Kadin Bangkalan, H. Supai M. Noor, mengatakan bahwa pembiayaan utama kegiatan yang berlangsung pada 24 Oktober hingga 7 November 2026 itu bersumber dari sumbangan pengurus dan sponsor.

“Pelaksanaan ini tidak menggunakan APBD, biar tidak salah paham. Alhamdulillah, stan penuh. Per stan disewa Rp2 juta, sedangkan untuk UMKM tarifnya lebih murah,” kata Supai, Sabtu 24 Oktober 2026.

Dia menyebut sejumlah pihak turut mendukung penyelenggaraan Pekan Raya Bangkalan, di antaranya Bank Jatim, Epson, Adhi Karya, dan Griya Alam. Kadin juga tidak menggunakan jasa event organizer (EO) untuk menekan biaya.

“Dana kegiatan berasal dari sumbangan dan sponsor. Tahun ini kami tidak memakai EO agar biaya lebih hemat. Mudah-mudahan ke depan pelaksanaannya semakin baik dan bisa terus memberi manfaat bagi Bangkalan,” ujarnya.

Menurut Supai, kegiatan tersebut digelar selama 14 hari tanpa memungut biaya masuk dari pengunjung. Kadin berharap Pekan Raya menjadi sarana promosi produk sekaligus membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperluas pasar.

Advertisements
Ad Tengah

BACA JUGA: Hari Jadi Bangkalan ke-495, Ketua DPRD Tekankan Sinergi Eksekutif dan Legislatif

Namun, keterangan berbeda disampaikan Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah (Sekda) Bangkalan, Fathor Rohman. Dia menyatakan Pemkab Bangkalan turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Fathor menjelaskan, dukungan pemerintah daerah mencakup pemanfaatan fasilitas milik Pemkab seperti tenda, pengeras suara, dan panggung dan kebutuhan konsumsi kegiatan yang dibiayai melalui anggaran daerah.

“Fasilitas yang tersedia kami optimalkan untuk mendukung kegiatan ini, termasuk perlengkapan acara dan konsumsi sesuai kebutuhan,” ujarnya, Minggu 25 Oktober 2026.

Dia berharap keterlibatan pemerintah daerah dapat membantu kelancaran kegiatan sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka kepada masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini bisa memberi ruang lebih luas bagi UMKM untuk memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen baru,” katanya.

Advertisements
Bawah III
Advertisements
Bawah II
Advertisements
Bawah I
Advertisements
Ad Bawah

Berita Terkait :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Postigan Populer