Kuliah Tamu S3 Akuntansi UTM Kupas Tren Riset Sustainability

Publish :

BANGKALAN, TIMESindo.com Isu sustainability menjadi perhatian Program Studi Ilmu Akuntansi Program Doktor (PSIA-PD) S3 Akuntansi Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Tema itu dikupas dalam kuliah tamu bertajuk Sustainability dan Isu-Isu Riset Akuntansi, Jumat (28/08/2026).

Kaprodi PSIA-PD UTM, Prof. Tarjo, mengatakan sustainability dipilih karena cakupannya tidak hanya soal lingkungan. Isu tersebut juga bersinggungan dengan aspek ekonomi, sosial, dan tata kelola.

“Sustainability merupakan isu multiperspektif yang menjadi ciri khas PSIA-PD UTM. Mahasiswa perlu melihatnya dari berbagai sudut pandang,” ujar Prof. Tarjo.

BACA JUGA: Mamin DPMPTSP Bangkalan Rp23 Juta: Gemuk di Rapat, Tipis di Bimtek

Menurut guru besar akuntansi forensik tersebut, luasnya cakupan sustainability membuka banyak peluang penelitian bagi mahasiswa doktoral. Karena itu, isu tersebut dinilai relevan untuk dikembangkan menjadi topik disertasi.

Prof. Tarjo menyebut Prof. Dian Agustia memiliki rekam penelitian yang kuat di bidang sustainability accounting, lingkungan, carbon disclosure, tata kelola hingga sustainability assurance. Pengalaman itu dinilai relevan dengan kebutuhan riset mahasiswa.

“Kami berharap mahasiswa mengikuti kegiatan ini dengan seksama. Materinya diharapkan menambah khazanah penelitian dan memperkuat disertasi, khususnya tentang sustainability,” katanya.

BACA JUGA: Sampah Jadi Cuan, STIE Pemuda Dorong Pesantren Albisri Zero Waste

Dalam kuliah tamu, Prof. Dian memaparkan konsep Triple Bottom Line (TBL) yang menempatkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang. Ketiganya menjadi bagian penting dalam melihat keberlanjutan.

“Keberlanjutan itu berbicara tentang keseimbangan people, planet and profit. Tiga aspek ini perlu dilihat secara utuh dalam riset akuntansi,” jelas Prof. Dian.

Sejumlah peluang riset turut dipetakan, mulai dari sustainability assurance, greenwashing, IFRS S1/S2, biodiversity accounting, kecerdasan buatan (AI), hingga audit internal.

Mantan Dekan FEB Universitas Airlangga itu mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar mengikuti isu yang sedang populer. Kekuatan penelitian tetap ditentukan research gap, literatur yang memadai, serta ketersediaan data.

“Pengungkapan tinggi belum tentu mencerminkan kinerja sustainability yang baik. Ini menjadi ruang penelitian yang menarik,” tegas Prof. Dian.

Sebelum kuliah tamu, dosen PSIA-PD UTM menggelar FGD untuk mereview dan memantapkan kurikulum Program Doktor Ilmu Akuntansi. Prof. Dian turut memberikan masukan dalam forum tersebut.

Prof. Dian yang juga menjabat Ketua Kompartemen Akuntan Pendidik Ikatan Akuntan Indonesia (KAPd IAI) diharapkan memperkuat arah kurikulum. Masukan tersebut diarahkan agar pembelajaran doktoral semakin mendukung kebutuhan riset dan perkembangan akuntansi.

Berita Terkait :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Postigan Populer