BANGKALAN, TIMESindo.com – Ratusan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar demonstrasi di Kantor Pemkab Bangkalan, Rabu (28/10/2026). Mereka menuntut penanganan begal dan perbaikan infrastruktur di sekitar kampus.
Presiden Mahasiswa UTM Mahrus Ali mengatakan, ancaman begal dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terus menghantui mahasiswa setiap tahun.
“Setiap tahun, bayangkan, kami harus waswas, takut dan tidak nyaman beraktivitas karena begal dan curanmor,” kata Mahrus.
BACA JUGA: Kadin Siapkan Pekan Raya Bangkalan Berkelanjutan, UMKM Dibidik Naik Kelas
Massa dari Suara Trunojoyo UTM menyampaikan delapan tuntutan, mulai dari pengaktifan pos keamanan, penambahan penerangan jalan umum (PJU), pemasangan CCTV, hingga penambahan personel Polsek Kamal.
Mereka juga mendesak normalisasi drainase, pemberantasan narkoba, pembenahan pengelolaan sampah, serta solusi atas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Mahasiswa memberi tenggat 2 x 24 jam kepada kepolisian dan 7 x 24 jam kepada Pemkab Bangkalan untuk menindaklanjuti tuntutan.
“Kami beri waktu dua kali 24 jam untuk pihak kepolisian, dan tujuh kali 24 jam untuk pemkab dalam menindaklanjuti tuntutan kami,” tegasnya.
BACA JUGA: PKB Bangkalan Bidik Tambahan Kursi DPR RI, Siapkan Konsolidasi Madura Raya
Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo menyatakan, polisi telah membentuk tim khusus dan mengamankan satu orang yang ciri-cirinya sesuai keterangan korban.
“Kami sudah amankan satu orang yang memiliki ciri sesuai yang disampaikan korban. Namun, karena korban belum sepenuhnya yakin, kami harus menambah barang bukti,” jelas Wibowo.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyebut, perbaikan jalan dan drainase Telang–Labang dianggarkan Rp14 miliar. Sementara itu, jalur Labang–Kwanyar mendapat alokasi Rp7 miliar.
BACA JUGA: Hari Jadi Bangkalan ke-495, Ketua DPRD Tekankan Sinergi Eksekutif dan Legislatif
Lukman menambahkan, PJU akan diganti dengan kapasitas lebih besar dan CCTV akan ditambah. Persoalan BBM masih dikoordinasikan dengan PT Pertamina Patra Niaga Surabaya.
Tenggat waktu dari mahasiswa menjadi ujian bagi pemerintah dan kepolisian. Mereka dituntut membuktikan komitmen melalui langkah nyata, bukan sekadar janji saat demonstrasi.

