APMP Jatim Bidik Legalitas dan Pajak Bisnis Emas Tanah Merah

Publish :

BANGKALAN, TIMESindo.com – Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Jawa Timur (APMP Jatim) mendesak Polda Jatim menelusuri legalitas usaha perdagangan dan peleburan emas di Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan.

Mereka juga meminta penyidik memeriksa rantai pasokan, distribusi emas hingga dugaan pelanggaran perpajakan dalam aktivitas usaha tersebut.

BACA JUGA: Jumat Berkah Satlantas Bangkalan, Warga Diingatkan Bahaya Sepeda Listrik

Koordinator lapangan aksi, Acek Kusuma, menegaskan pengusutan harus dilakukan secara profesional dan transparan agar masyarakat memperoleh kepastian hukum.

“Kami meminta Polda Jatim mengusut secara menyeluruh dugaan peleburan dan perdagangan emas ilegal serta dugaan persoalan perpajakan yang kami soroti,” tegas Acek, Jumat (9/10/2026).

APMP Jatim turut meminta kepolisian berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memeriksa kewajiban perpajakan. Mereka juga mendorong pendalaman dugaan pencucian uang jika ditemukan bukti pendukung.

“Kalau memang ditemukan bukti adanya tindak pidana, kami meminta agar ditindak sesuai hukum. Kalau tidak terbukti, sampaikan juga kepada publik secara transparan,” ujar Acek.

APMP Jatim berencana menggelar aksi lanjutan setiap Kamis selama Oktober 2026. Mereka juga siap membawa persoalan tersebut ke Mabes Polri jika penanganannya dinilai belum memadai.

BACA JUGA: Wabup Bacakan R-APBD di Paripurna, Wakil Ketua DPRD Bangkalan Sayangkan Kadis Absen

“Kami akan terus mengawal persoalan ini. Kami ingin penegakan hukum berjalan transparan, profesional dan tidak tebang pilih,” kata Acek.

Sebelumnya, APMP Jatim menggelar demonstrasi di depan Markas Polda Jatim pada Kamis (8/10/2026). Mereka menyoroti dugaan perdagangan dan peleburan emas di sebuah toko emas di Tanah Merah.

Dugaan pelanggaran tersebut masih berupa tuntutan massa aksi dan perlu dibuktikan melalui proses hukum oleh aparat berwenang.

Berita Terkait :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Postigan Populer